Pada zaman dahulu , ada seorang janda tua yang tinggal sendirian di sebuah desa . Dia sangat ingin memiliki anak . Suatu hari , dia bertemu dengan raksasa hijau yang sangat besar . Raksasa itu berkata , "Aku akan memberimu seorang anak . Tetapi ketika anak itu berusia enam belas tahun , kamu harus menyerahkannya kepadaku."
Show translation
Janda itu setuju karena sangat ingin memiliki anak . Raksasa itu memberikan sebutir biji mentimun emas. "Tanamlah biji ini ," kata raksasa itu . Janda itu menanam biji mentimun emas di kebunnya. Setelah beberapa minggu , tumbuh sebuah mentimun yang sangat besar dan berwarna emas. Ketika mentimun itu dibuka, di dalamnya ada seorang bayi perempuan yang cantik . Janda itu menamainya Timun Mas.
Show translation
Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik dan rajin. Dia selalu membantu ibunya di rumah . Waktu berlalu dengan cepat. Ketika Timun Mas hampir berusia enam belas tahun , ibunya menjadi sangat khawatir. Dia tidak ingin menyerahkan Timun Mas kepada raksasa itu .
Show translation
Ibunya pergi ke seorang pertapa di gunung untuk meminta bantuan. Pertapa itu memberikan empat bungkusan kecil . "Berikan ini kepada anakmu. Jika raksasa mengejar, lemparkan bungkusan ini satu per satu ," kata pertapa itu .
Show translation
Ketika raksasa datang , Timun Mas berlari sekencang-kencangnya. Raksasa itu mengejar di belakangnya. Timun Mas melemparkan bungkusan pertama . Biji mentimun itu langsung tumbuh menjadi ladang mentimun yang sangat luas . Raksasa itu kesulitan melewatinya , tetapi akhirnya berhasil. Timun Mas melempar bungkusan kedua. Jarum-jarum itu berubah menjadi hutan bambu yang tajam. Raksasa terluka tetapi terus mengejar. Timun Mas melempar bungkusan ketiga . Garam itu berubah menjadi lautan yang luas . Akhirnya, Timun Mas melempar bungkusan terakhir. Terasi itu berubah menjadi lautan lumpur panas yang mendidih. Raksasa itu tenggelam dan tidak bisa keluar lagi .
Show translation
Timun Mas selamat dan kembali ke rumah ibunya. Mereka hidup bahagia bersama-sama.
Show translation